Senin, 19 Mei 2008

Antara Keinginan, Kenyataan dan Harapan

Hiks...hiks ..hiks
Memang hidup dan kehidupan ini sangat menyentuh, sangat banyaknya keinginan-keinginan kita, sangat banyak doa-doa kita. Siang malam selalu terpikir kadang malam siang jadi pikiran, ada saja hal yang 'menyita' pikiran kita.

Waktu gua masih kelas 4 SD punya keinginan dibeliin sepeda
Waktu SMP pengen banget punya Nintendo
Waktu SMP kelas III pengen banget punya pacar ,meski cuma cinta monyet ( monyet punya rasa cinta juga tooh )
Waktu SMA pengen banget kuliah di PTN yang OK
Waktu kuliah pengen banget dapat IPK gede , tapi ada daya dan upaya kemampuan pas-pasan he2x
Habis lulus kuliah pengen bener dapat kerja, tapi ternyata gak langsung datang gitu aja
Sudah dapat kerjaan , pengen lagi cari kerjaan dengan gaji yang OK + status OK juga
Sudah dapat kerja yang OK, ingin nikah dan banyak keinginan yang lain

Ternyata banyak banget ya keinginan gua , dan gua pikir gak jauh beda dengan yang lain bahwa setiap manusia ada keinginan-keinginan. Tapi kadang kita mesti realistis gak semua keinginan itu bisa kita dapat secara instan menjadi kenyataan . Kadang butuh proses dan proses ini bisa macam-macam, kadang ada hikmah juga dibalik proses itu yang memang kita gak tau atau memang belum tau .

Tapi itulah hidup yang mesti kita jalanin dan kalaupun kita mau bahagia dengan keinginan-keinginan kita, kadang kita juga mesti berpikir dan bertindak sesuai dengan apa yang di inginkan oleh creator kita Allah SWT.

Sabtu, 10 Mei 2008

VICTOR

Sosok ini orang besar dari segi fisik cukup berisi terus dengan potongan rambut gaya ABRI , orangnya ramah dan murah senyum, setiap kali dia bertemu orang senyumannya tidak pernah lepas dari bibirnya meskipun sosok fisik terlihat angker. Pak Victor biasa gua manggilnya dia putra kelahiranan Flores dengan kulit yang khas hitam dan kalau dia berjalan seolah-olah mantap langkahnya sambil gak lupa dia sapa orang yang di temuin.

Suatu saat gua sempet ngobrol sama dia dan dari pembicaraan kita ini terlihat kualitas dirinya beliau, meskipun dia bekerja sebagai Security tapi jauh di dalam dirinya ada suatu yang berharga yang bisa diambil pelajarannya. Gua waktu itu ngobrol mengenai pekerjaan, penghasilan dan jabatan , Pak Victor cerita ada kenalanya beliau 'seorang penanggung jawab' yang bekerja di Metro TV . Begitu beliau sebutkan namanya gua sudah tau orang tersebut dan memang orang yang diceritakan tersebut orang yang penting di Metro TV. Pak Victor cerita bahwa ternyata orang tersebut sudah tidak kerja lagi di Metro TV karena kesibukannya yang tinggi dan merasa ketenangan hidupnya sudah terusik, dimana kadang kala di hari libur yang semestinya bisa digunakan untuk beristirahat dan berkumpul dengan keluarga akhirnya terusik dengan urusan pekerjaan yang tidak habis-habisnya. Sampai akhirnya orang Metro TV ini terpaksa hengkang dari tempat dia bekerja.

Yang menarik saat gua ngobol dengan Pak Victor dia bilang dengan tetap gak lupa senyumanya " Sebetulanya kita kerja itu bukan hanya untuk uang , tapi ada kalanya kita bekerja juga untuk ketenangan pikiran dan ketenangan hati kita " . Mungkin dia mau coba bilang kalo ketenangan dalam pekerjaan itu kebutuhan , seperti layaknya kita butuh akan makan dan minum untuk bisa hidup . Mantap Pak Victor.