Sabtu, 19 April 2008

Allah Mendengar Doa Kita

Gua punya seorang sahabat, sahabat dari gua waktu masih sekolah di SMA Triguna sampai sekarang ( tapi sekarang sudah jarang banget kita keep kontak ) maklum sudah ada yang punya . Semenjak dia nikah gua memang jaga jarak untuk komunikasi sama dia , gak enak sama suaminya gua takutnya ntar ada 'konslet' . Tapi setelah pernikahanya dia ( namanya Desy ) dia sempet cerita ke gua, satu hal yang gak bisa gua lupakan .

Desy ini punya kebiasaan setiap dia punya keinginan dia catat di buku notenya dan hal ini memang sudah dia lakukan dari lama bahkan setelah menikah aja kebiasaan dia nulis di buku notenya tetap dia lakonin. Sampe akhirnya dia bilang sama gua bahwa ternyata semua keinginan dia yang ditulis di notenya itu , semua bisa terwujud . Sampe -sampe dia bilang keinginan dia mau nikah ketika usia dia 27 tahun saja bisa bener-bener terjadi , sambil agak sedikit sedih (kedengaran dari suara dia ngomong ) dia bilang ' Hen ternyata Allah menjawab semua doa-doa gua ' . Wah denger dia ngomong gitu makin merinding gua dan speechless ( menurut gua ini pengalaman yang luar biasa ) .

Jadi keingat wasiatnya Allah ' Berdoalah kepada -Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu ... Qs Al- Mu'min 40:60 '. Bagi gua cerita Desy ini seperti penggalan dari kebenaran tulisan Allah di alam semesta ini , semoga ini bisa menjadi pelajaran yang berharga buat gua khususnya dan buat siapa saja yang mau mengambil hikmah dalam setiap perjalanan kehidupan ini. Jangan pernah berhenti 'meminta' sama Allah karena kita gak tau bisa saja permintaan kita dikabulkan ALLAH hari ini atau mungkin besok atau bisa jadi untuk bekal di hari akhirat kelak . Wallahu 'alam

Rabu, 16 April 2008

Mestakung

Beberapa hari ini gua ikut program orientasi di sebuah operator telekomunikasi yang terkenal, di hari pertama gua pada sesi awal yang dibawain Bapak Indar Atmanto selaku Direktur Utama beliau memaparkan rahasia suksesnya beliau . Yang buat gua tertarik bukan dari kesuksesannya beliau , tapi sebuah kata yang unik , aneh dan baru pertama gua dengar yaitu Mestakung . Gua berpikir apa yaa Mestakung ini . Dan pertanyaan ini baru terjawab hari ini , ternyata Mestakung itu kepanjangan dari Semesta Mendukung . Intinya suatu konsep yang menyatakan ' saya yakin saya bisa ' . Wah begitu tau ini istililah gua pikir bagus juga nih namanya dan makna arti kata Mestakung ini . Sebuah konsep yang menyatakan bahwa dukungan dari semesta untuk kita keluar dari krisis .

Mulai ada pertanyaan yang mengelitik dari pikiran gua . Memang yang punya semesta Alam siapa ya ? trus Apa iya sedemikian benarnya bahwa teori Mestakung dapat membawa kita keluar dari setiap krisis . Bukan bermaksud untuk melihat mana yang benar / salah tapi keyakinan gua sebagai muslim buat gua mesti menulis ini . Ada kata yang sering seorang muslim ucapkan ketika dia menerima karunia , rejeki , kebaikan umumnya mereka akan berucap Allhamdulillahirabbil 'alamin . Nah kata Rabbil'alamin itu kalau diterjemahkan punya makna Tuhan Semesta Alam , tentunya kalau kita kembalikan lagi siapa Tuhan kita pasti kita akan setuju bahwa Allah adalah tuhan kita . Kalau kita kembalikan keperyataan Allah lah pemilik
semesta alam , maka konsep Mestakung tadi [maaf] terlihat hambar . Karena sesungguhanya keyakinan yang paling tepat adalah kita meyakini dukungan itu datangnya dari Allah pemilik semesta alam ini dan isinya . Sekadar sharing, Allah yang paling tau yang benar dan kesalahan datang dari saya , mohon maaf.

Selasa, 15 April 2008

Cinta Universal

Tadi pagi sebelum shalat shubuh gua kebangun karena denger kata yang indah yaitu "Cinta" , gak tau kenapa pas gua bangun ternyata itu suara dari siaran kuliah shubuh di RCTI yang memang di siarin sebelum adzan shalat Shubuh. Namanya penceramahanya kurang tau gua tapi dari caranya menyampaikan pesan agama, menurut gua berkesan banget orangnya wibawa , cerdas dan bahasa yang dia pake mudah dimengerti , tapi sayangnya itu gua gak tau namannya.

Yang buat gua bangun ketika dia mulai jelaskan tentang urutan Cinta dalam Islam , bahwa skema / urutan yang paling utama dari mencintai sesuatu adalah [ di urutkan berdasarkan yang paling utama ] :
1. Cinta kepada Allah .
2. Cinta kepada Rasulullah Saw.
3. Cinta kepada kedua orang tua
4. Cinta kepada pasangan hidup [ suami / istri ]
5. Cinta kepada anak

Maaf kalau ada kesalahan pengurutan, tapi seingat gua begitulah urutan siapa yang paling berhak kita cintai dalam hidup ini. Yang menarik memang kalau kita pikirkan bahwa mencintai Allah dan Rasul-Nya berbentuk abstrak kita mencintai sesuatu yang secara fisik tidak ada ,tidak bisa di rasa. Sedangkan kita mencintai orang tua kita , suami / istri kita , anak kita , harta benda kita dan contoh lainnya semuanya secara fisik ada dan dapat kita rasakan perwujudanya.

Tapi yang jadi pentanyaan besar kenapa kita mesti mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari yang lainnya. Menurut gua secara sederhana karena cinta pada Allah dan Rasul-Nya akan melahirkan ketenangan batin yang yang luar biasa dan juga banyak ajaran Allah didalam Quran maupun dari hadits Rasulullah saw. yang memberikan tuntuan untuk mencintai sesama . So mari rasakan dahsyatnya mencintai Allah dan Rasul-Nya , apalagi pas malem yang sunyi dan tenang kita coba untuk berdzikir seolah-olah kita sedang berduaan dengan Allah , kita sebut nama -Nya sambil meneteskan air mata karena rindu ingin berjumpa dengan -Nya . Mari kita tentukan prioritas cinta kita di jalan yang Allah ridhai .

Minggu, 06 April 2008

Menjemput Maut

Baca buku karya ulama ini memang sering buat gua terperangah , judulnya Menjemput Maut ditulis oleh Bapak M.Quraish Shihab ( semoga Allah melindungi , merahmatinya dan mengampuni segala kesalahannya). Baru pengen tau bukunya karena memang lagi males baca , gua bukalah bagian paling belakang ( bagian penutup )

Dijelaskan disitu mengenai tuntunah Hikmah, yang beliau ambil dari Hadist Qudsi dengan uraian seperti ini "Allah berfirman kepada Nabi Muhammad , Seseorang yang mengosongkan perutnya dan memelihara lidahnya, maka akan Ku-ajarkan hikmah kepadanya.Kalau dia seorang kafir maka hikmah itu akan menjadi saksi pemberat dan bencana baginya, dan kalau dia mukmin, hikmah yang diperolehnya menjadi cahaya, bukti, obat pelipur dan rahmat baginya. Dia akan mengetahui apa yang belum dia ketahui, akan melihat apa yang belum dia lihat. Yang pertama Ku-perlihatkan kepadanya adalah aib dan kekurangan dirinya sendiri sehingga dia tidak sempat memikirkan aib dan kekurangan orang lain. Aku juga akan menunjukan kepadanya rahasia-rahasia ilmu, hingga setan tidak dapat memperdayakannya"

Kalau kita baca runtutan teks hadits Qudsi luar biasa isinya , Maha Suci Allah. Tinggal kita
menentukan pilihan saja mana yang lebih kita kedepankan antara mengisi perut atau mengosongkannya, memelihara lidah dari perkataan yang tidak baik dan pilihan untuk menjadi orang beriman atau kafir. Sehingga insya Allah , Allah pasti akan mengkaruniakan rahasia-rahasia -Nya yang sangat berharga untuk kita .Amin

Sabtu, 05 April 2008

Aksi = Reaksi

Pernah belajar fisika kah ?
Inget teorinya Pak Newton F aksi = F reaksi ( F= force ) , atau setiap aksi akan berbanding lurus dengan reaksi atau juga in english " in every action there is an opposite re- action " .

Jadi keingat sesuatu , waktu gua kecil ( konyol sih namanya juga anak kecil). Waktu itu kira-kira gua masih kelas 4/5 SD lagi suka-sukanya main apalagi sampai malem . Nah gw pas lagi ada di Palembang ( wong kito ) kebetulan banyak temam-teman sebaya dan pas malem lebaran juga ( emang serba pas ) . Nah gua jalan-jalan sama temen-temen gua itu , lumayan rame dan berisik ( taulah anak-anak ) . Akhirnya gua sampai di Kantor Telkom , kebetulan ini gedung adanya peris di sebelah rumah Kakek gua , kita serombongan tetap aja jalan di samping gedung itu. Pas jalan biasalah ada yang mulai 'provokasi' ke satpam Telkom yang jaga gedung itu , pokoknya dengan kata-kata yang gak enak . Nah abis pada ngejekin itu satpam Telkom pada ngibrit semua dan tebak siapa yang paling terakhir larinya ( gua ) , apa boleh buat ketangkep dah sama tuh satpam Telkom dan diinterigasi pula dengan kata-kata yang gak enak ( sempet ditanyain kayak gini 'kamu mau makan ta*!$% ?') . Tapi akhirnya bebas juga setelah Om gua datang dan minta supaya gua bisa di bawa pulang (amin bisa bebas ,padahal sudah pucat banget gua diinterogasi).

Hehe... seperti itulah kira-kira pelajaran dari Pak Newton yang bisa gua ambil (F aksi = F reaksi), kalau kita memberikan aksi yang positif kita pasti akan mendapatkan hasil reaksi yang positif , demikian juga kalau kita memberikan aksi yang negatif kita pasti akan merasakan hasil reaksi yang negatif akibat dari perbuatan kita.